Pihak Sekolah Desak Pemerintah Berikan Perhatian Khusus dan Solusi Permanen
BITUNG, SULUT – Kepala SMKN 6 Bitung, Bapak Aripin P. Abas, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Walikota Bitung, Bapak Hengki Honandar, SE, atas perhatian yang diberikan berupa bantuan suplai air bersih ke lingkungan sekolah. Namun di balik ucapan terima kasih tersebut, tersirat harapan besar agar perhatian pemerintah tidak berhenti pada solusi sementara, melainkan mampu menjawab kebutuhan dasar yang mendesak.
Hal ini disampaikan dalam wawancara dengan awak media, Selasa (5/5/2026). Menurut Bapak Aripin, bantuan ini sangat berarti mengingat hingga saat ini, saluran air bersih dari PDAM/PAM belum pernah menjangkau lokasi sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Walikota. Kebutuhan akan air bersih di sekolah ini sangat krusial karena keterbatasan akses infrastruktur air yang selama ini kami rasakan,” ujarnya.
Dijelaskan lebih lanjut, sebelum adanya bantuan ini, pihak sekolah terpaksa menanggung beban biaya operasional yang cukup besar demi kelangsungan kegiatan belajar mengajar. Setiap harinya, sekolah harus mengeluarkan dana sebesar Rp 150.000 hanya untuk pembelian dua tangki air bersih. Kondisi ini tentunya menjadi beban tersendiri yang seharusnya tidak perlu terjadi jika fasilitas dasar tersedia dengan layak.
Harapan Akan Solusi Jangka Panjang
Melalui momen ini, Aripin P. Abas berharap adanya perhatian khusus dari Walikota Hengki Honandar untuk merealisasikan solusi yang permanen dan berkelanjutan.
“Kami berharap bantuan ini menjadi awal dari perhatian serius pemerintah. Mohon kiranya dapat diupayakan agar saluran air bersih resmi dapat mengalir hingga ke sekolah kami, sehingga kami tidak lagi bergantung pada pembelian harian yang memberatkan,” tegasnya.
Keluhan Mendalam: Jalan Rusak Parah Mengganggu Aktivitas Sekolah Keprihatinan yang sama juga disampaikan oleh Bapak Richard Halauet, S.Th., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Dudi. Beliau mewakili seluruh guru dan staf menyuarakan keluhan terkait kondisi jalan akses menuju sekolah yang dinilai sudah sangat memprihatinkan.
“Seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga staf, sangat merasakan dampak buruk dari jalan yang rusak parah ini. Kondisinya sudah sangat menyedihkan dan sangat menyulitkan mobilitas kami sehari-hari,” keluh Bapak Richard dengan nada kecewa.
Dijelaskannya, jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer tersebut kondisinya hancur lebur dan penuh dengan lubang. Hal ini tidak hanya merusak kendaraan pribadi maupun operasional sekolah, tetapi juga membahayakan keselamatan seluruh civitas akademika setiap kali melintas.
Tidak Seimbang: Prestasi Gemilang vs Infrastruktur yang Buruk
Hal ini menjadi sebuah ironi yang sangat mencolok. Pasalnya, SMKN 6 Bitung bukanlah institusi pendidikan biasa. Sekolah ini merupakan salah satu institusi unggulan di bidang peralatan yang prestasinya telah diakui hingga tingkat nasional, serta telah berkali-kali mengharumkan nama baik Kota Bitung. “Sangat disayangkan, sebuah sekolah yang memiliki kualitas dan kontribusi besar bagi daerah, namun harus berhadapan dengan kondisi infrastruktur yang jauh dari kata layak. Hal ini tentu tidak sebanding dengan pencapaian yang telah kami raih,” ungkap Richard.
Panggilan untuk Perhatian Khusus
Kondisi ini menjadi panggilan serius bagi Pemerintah Kota Bitung untuk memberikan perhatian yang lebih intensif dan khusus. SMKN 6 Bitung layak mendapatkan fasilitas yang memadai dan sebanding dengan prestasi yang telah ditorehkan.
Pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih dan perbaikan jalan adalah hal yang mendasar demi menunjang peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik. Pihak media akan terus memantau perkembangan isu ini, berharap adanya langkah nyata dan solusi konkret dari pemerintah daerah dalam waktu dekat.
(Anto)
